Sepuluh Kesalahan Pengemudi Pemula

Global Desain Website | 07.00 | 0 komentar




DP RentCar Tak sedikit pengemudi pemula yang mengalami kecelakaan di jalan. Kurangnya pengalaman mengemudi hingga mengabaikan beberapa faktor menjadi penyebabnya.

Selain dua faktor itu, kita juga harus lebih waspada  bagi pengemudi pemula atau seorang yang baru bisa mengemudikan mobil. Seperti anak yang masih remaja atau teman yang baru punya SIM maupun teman yang baru lulus sekolah mengemudi.

Memang kecelakaan di jalan raya bisa menghampiri siapa saja, tapi jika beberapa faktor kesalahan pengemudi pemula sudah dicermati sejak awal, pengawasan yang Anda berikan bisa lebih tepat sasaran sekaligus meminimalisasi potensi kecelakaan.

Nah, kami kumpulkan 10 kesalahan umum yang sering dilakukan atau terjadi pada pengemudi pemula.

1. MENGEMUDI TERGESA-GESA
Tergesa-gesa ini bisa diartikan tak sabar sampai tujuan maupun keinginan untuk ngebut. Karena pada awal bisa mengemudi, pengemudi pemula cenderung ingin ngebut. Mengemudi pun jadi agresif. Pada kondisi ini ia rentan terhadap gangguan, dan agresif berarti risiko meningkat. Solusi yang bisa diambil adalah waktu berangkat lebih awal. Serta mengingatkan terhadap berbagai risiko ngebut di jalan.

2. TERLALU BANYAK GANGUAN

Menyetel musik terlalu keras, hingga tak mampu mendengar suara dari luar seperti klakson dan lainnya meningkatkan risiko kecelakaan. Selain itu, berbicara ramai atau bercanda dengan teman, terlalu banyak menelepon dan sibuk dengan pesan singkat atau mencari CD menjadi hal umum dilakukan pengemudi remaja.

 3 MUDAH PANIK

Karena belum memiliki banyak pengalaman, ketika menjumpai suatu kondisi di jalan semisal ban mobil tiba-tiba kempis, yang muncul adalahpanik. Dalam kondisi panik, otomatis pengendalian kendaraan menjadi salah atau malah terabaikan. Sulit untuk berpikir jernih dalam mengambil keputusan pada kondisi seperti itu.

4. POSISI DUDUK TERLALU SANTAI ATAU TEGAK

Tak semua pengemudi bisa memeroleh posisi duduk ideal. Namun kondisi makin runyam ketika pengemudi pemula justru mencari posisi mengemudi santai. Misalnya sandaran jok terlalu rebah dan jauh dari setir. Respons terhadap kondisi darurat jelas menurun drastis. Seat belt pun tak terpasang sempurna di badan. Sebaliknya duduk terlampau tegak AMAN DI JALApengemudi pemula N Edisi 240 l 4 - 17 Juli 2012 l Auto Bild Indonesia 79 dan dekat dengan setir, meminimalisasi pandangan. Selain tak nyaman, sulit melakukan kontrol terhadap kemudi dan mengantisipasi kondisi yang terjadi di sekitar mobil.
 
5. MENARUH BARANG SEMBARANGAN

Tak sedikit pengemudi yang meletakkan barang bawaan di mobil secara sembarangan. Mulai dari buku, tas, hiasan kabin hingga barang yang berat. Selain mengganggu fokus mengemudi, bukan tak mungkin, ketika membutuhkan pengereman mendadak, bisa membuat barang-barang itu terlempar mengenai pengemudi atau menghalangi proses pengendalian kendaraan.

6. MENGANTUK ATAU MABUK

Poin ini sebenarnya penyebab klasik terjadinya kecelakaan di jalan. Baik mengantuk atau mabuk jelas menurunkan awareness pengemudi terhadap apa yang dilakukannya. Waktu untuk bereaksi terhadap suatu kondisi pun menurun. Dan hal ini tak hanya membahayakan dirinya, tapi juga orang lain.

7. MELEBIHI KAPASITAS PENUMPANG ATAU MOBIL

Pengemudi pemula seringkali mengabaikan kapasitas maksimum yang dimiliki mobilnya. Misalnya kapasitas mobil hanya untuk 5 orang, tapi dipaksa memuat 7 orang. Sebuah studi dilakukan John Hopkins University di Amerika menyatakan, berkendara dengan 2 orang di dalam mobil, bagi pengemudi pemula dengan usia 16 tahun lebih berisiko daripada mengendarai mobil sendiri. Begitupun jika berkendara dengan 3 orang, risiko kecelakaannya meningkat 3 kali lipat.
 
8. MENGAMBIL LANGKAH BERESIKO TINGGI

Mengabaikan rambu lalu lintas, pindah jalur tanpa memberi tanda adalah beberapa perilaku mengemudi yang berisiko tinggi dan langkah ini bisa dianggap sengaja diambil.

9. TERLALU DEKAT DENGAN MOBIL DI DEPAN

Pada kecepatan 100 km/ jam, sebuah mobil memerlukan jarak pengereman sekitar 36-40 meter hingga berhenti total. Kebanyakan pengemudi tak sadar akan hal ini. Dengan dekatnya jarak dengan mobil di depan, tak memberi ruang bagi pengemudi untuk mengerem maupun bermanuver menghindar.

10. MOBIL TIDAK DIRAWAT
Perawatan mobil sangatlah penting untuk menjaga kinerja komponen mobil. Umumnya, pengemudi pemula kurang memperhatikan perawatan berkala kendaraannya. Hal itu juga mencakup pengecekan tekanan ban sebelum berkendara.

Dp Rent Car :
Alamat : Jalan Parang Barong 6 No. 6 Tlogosari Kota Semarang Telepon:  081363303181, 085741808382, 087832094243

Category:

Yayasan Wakaf Bina Amal:
Menerima donasi, sedekah atau zakat untuk kegiatan-kegiatan sosial Yayasan Wakaf Bina Amal, call center 085641023867

0 komentar