Cara Cerdas Melintasi Proyek Pembangunan Jalan
DP RentCar - Melintasi proyek perbaikan atau pembangunan jalan memang mengurangi kenyamanan berkendara Anda. Belum lagi handicap serta bahaya yang mengintai kian menambah perjuangan ketika melintasi jalan ini.
Lihat saja proyek besar MRT yang dibangun dari daerah Lebak Bulus hingga Jl. MH Thamrin menjadi contoh aktual di salah satu ruas jalan DKI Jakarta di awal 2011. Belum lagi proyek perbaikan jalan lainnya yang tersebar masif di berbagai daerah, termasuk pembangunan jalan dari Ciledug ke Kapten Tendean.
Bukan apa-apa, selain sehari-hari sudah macet, sejumlah halangan siap menambah hambatan perjalanan Anda. Lebih parah lagi, insiden yang tidak diharapkan bisa saja timbul saat berkendara di beberapa jalan ini.
Kendala itu mencakup lebar jalan mengecil, permukaan berlubang dan bergelombang, pembatas jalan dan pagar beton, hilir mudik alat berat dan pekerja serta kabel dan berbagai perlengkapan yang berserakan di bahu jalan menjadi pemandangan lazim ketika proyek berlangsung.
Memang, ada sejumlah petugas yang siap mengatur lalu lintas lokal. Namun hal itu bersifat temporal dan tidak sepanjang waktu ada di lokasi.
Singkatnya, melintasi jalan seperti ini juga butuh strategi agar selamat sampai tujuan.
Jaga Jarak
“Kunci berkendara yakni menjaga jarak dengan mobil di dekatnya menjadi cara bijak,” tutur Jusri Pulubuhu, Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC).
Pun begitu, saat melintas di jalan proyek seperti ini. Menjaga jarak saat berkendara tetap menjadi pilihan agar tetap aman. Tidak saja dengan mobil, sejumlah rambu serta marka jalan juga bisa dijadikan patokan ketika melintas. Tidak perlu memaksa masuk jika ruang terasa sempit.
Rute Alternatif
Bila memungkinkan, bijaknya Anda mencari jalan alternatif untuk bisa menuju tempat tujuan. Bila perlu, Anda mesti mencari satu atau dua jalan yang bisa menjadi opsi. Termasuk ‘jalan tikus’ untuk menghindari jalan tersebut.
Beradaptasilah dengan jalur-jalur ini agar terbiasa ketika melintasinya. Perhatikan jika ada handicap seperti tiang, parit, lubang, atau kawasan padat. Dengan terbiasanya Anda melewati jalur ini, selain menjadi lebih waspada, waktu tempuh perjalanan bisa diprediksi.
Rambu dan Petugas Setempat
Jangan sekali-kali menerobos tanpa melihat tanda lalu lintas lokal atau yang baru dipasang di sepanjang jalur proyek, karena akibatnya bisa fatal.
Biasanya, saat proyek berlangsung, petugas memberikan tanda dan rambu lokal sesuai kebutuhan untuk meminimalisasi dampak yang tidak diinginkan.
Bahkan, tidak jarang petugas setempat mencoba mengatur lalu lintas. Entah untuk memberi informasi pengalihan jalan atau mengatur seperlunya. Lagi-lagi Anda tak perlu bertindak berlebihan, ikuti saja petunjuk itu. Singkatnya, nikmati kondisi ini dengan kepala dingin.
Waspada Saat dan Pasca Hujan
Cuaca ekstrem masih menggelayut di beberapa kota di Indonesia khususnya Jakarta. Membuat sikap waspada mesti ditingkatkan berkali lipat. Logikanya, kondisi normal saja perilaku hati-hati selalu dikibarkan, apalagi ketika hujan.
Kondisi jalan rusak dan berlubang yang terlihat amanaman saja, justru menyimpan potensi bahaya. Apalagi permukaan jalan tersebut tergenang air. Sehingga kewaspadaan tinggi tetap harus dilakukan baik saat hujan maupun pasca hujan.
Durasi Proyek
Namanya proyek, tentu ada rentang waktu pengerjaan. Untuk itu, Anda perlu bisa membaca hal ini. Bila perlu, menanyakan langsung kepada petugas berwenang tentang hal ini.
Namun biasanya, terdapat papan pengumuman atau banner yang tertera di sekitar lokasi proyek. Mulai dari estimasi biaya pengerjaan, nama proyek, kontraktor, hingga kapan selesainya proyek ini. Informasi dari sini setidaknya menjadi acuan Anda tetap melewati jalan alternatif selama proyek ini berlangsung.
Lihat saja proyek besar MRT yang dibangun dari daerah Lebak Bulus hingga Jl. MH Thamrin menjadi contoh aktual di salah satu ruas jalan DKI Jakarta di awal 2011. Belum lagi proyek perbaikan jalan lainnya yang tersebar masif di berbagai daerah, termasuk pembangunan jalan dari Ciledug ke Kapten Tendean.
Bukan apa-apa, selain sehari-hari sudah macet, sejumlah halangan siap menambah hambatan perjalanan Anda. Lebih parah lagi, insiden yang tidak diharapkan bisa saja timbul saat berkendara di beberapa jalan ini.
Kendala itu mencakup lebar jalan mengecil, permukaan berlubang dan bergelombang, pembatas jalan dan pagar beton, hilir mudik alat berat dan pekerja serta kabel dan berbagai perlengkapan yang berserakan di bahu jalan menjadi pemandangan lazim ketika proyek berlangsung.
Memang, ada sejumlah petugas yang siap mengatur lalu lintas lokal. Namun hal itu bersifat temporal dan tidak sepanjang waktu ada di lokasi.
Singkatnya, melintasi jalan seperti ini juga butuh strategi agar selamat sampai tujuan.
Jaga Jarak
“Kunci berkendara yakni menjaga jarak dengan mobil di dekatnya menjadi cara bijak,” tutur Jusri Pulubuhu, Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC).
Pun begitu, saat melintas di jalan proyek seperti ini. Menjaga jarak saat berkendara tetap menjadi pilihan agar tetap aman. Tidak saja dengan mobil, sejumlah rambu serta marka jalan juga bisa dijadikan patokan ketika melintas. Tidak perlu memaksa masuk jika ruang terasa sempit.
Rute Alternatif
Bila memungkinkan, bijaknya Anda mencari jalan alternatif untuk bisa menuju tempat tujuan. Bila perlu, Anda mesti mencari satu atau dua jalan yang bisa menjadi opsi. Termasuk ‘jalan tikus’ untuk menghindari jalan tersebut.
Beradaptasilah dengan jalur-jalur ini agar terbiasa ketika melintasinya. Perhatikan jika ada handicap seperti tiang, parit, lubang, atau kawasan padat. Dengan terbiasanya Anda melewati jalur ini, selain menjadi lebih waspada, waktu tempuh perjalanan bisa diprediksi.
Rambu dan Petugas Setempat
Jangan sekali-kali menerobos tanpa melihat tanda lalu lintas lokal atau yang baru dipasang di sepanjang jalur proyek, karena akibatnya bisa fatal.
Biasanya, saat proyek berlangsung, petugas memberikan tanda dan rambu lokal sesuai kebutuhan untuk meminimalisasi dampak yang tidak diinginkan.
Bahkan, tidak jarang petugas setempat mencoba mengatur lalu lintas. Entah untuk memberi informasi pengalihan jalan atau mengatur seperlunya. Lagi-lagi Anda tak perlu bertindak berlebihan, ikuti saja petunjuk itu. Singkatnya, nikmati kondisi ini dengan kepala dingin.
Waspada Saat dan Pasca Hujan
Cuaca ekstrem masih menggelayut di beberapa kota di Indonesia khususnya Jakarta. Membuat sikap waspada mesti ditingkatkan berkali lipat. Logikanya, kondisi normal saja perilaku hati-hati selalu dikibarkan, apalagi ketika hujan.
Kondisi jalan rusak dan berlubang yang terlihat amanaman saja, justru menyimpan potensi bahaya. Apalagi permukaan jalan tersebut tergenang air. Sehingga kewaspadaan tinggi tetap harus dilakukan baik saat hujan maupun pasca hujan.
Durasi Proyek
Namanya proyek, tentu ada rentang waktu pengerjaan. Untuk itu, Anda perlu bisa membaca hal ini. Bila perlu, menanyakan langsung kepada petugas berwenang tentang hal ini.
Namun biasanya, terdapat papan pengumuman atau banner yang tertera di sekitar lokasi proyek. Mulai dari estimasi biaya pengerjaan, nama proyek, kontraktor, hingga kapan selesainya proyek ini. Informasi dari sini setidaknya menjadi acuan Anda tetap melewati jalan alternatif selama proyek ini berlangsung.
Category: Artikel

0 komentar