Waspada Efek Jalan Berlubang
DP RentCar - Musim hujan dan banjir melanda Jakarta dan beberapa daerah Indonesia, menjadi penyebab klasik rusaknya jalan di beberapa kota besar. Jalan yang rusak dan berlubang menjadi hal yang biasa ditemui. Kondisi tersebut berpeluang terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Kerusakan permukaan jalan diakibatkan beberapa faktor, seperti rutinitas curah hujan, banyaknya penambalan pekerjaan di ruas jalan yang tidak dilakukan secara sempurna, dan akibat tonase kendaraan yang melewati ruas jalan itu.
Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, terdapat 7.800 titik jalan berlubang yang belum teratasi di Jakarta. Jumlah tersebut setara dengan 2.865.000 meter persegi. Berarti dari 44,3 juta meter persegi jalan di Jakarta, 6,5 persen atau sekitar 2,8 juta persegi mengalami kerusakan yang bervariasi.
Di lain sisi, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat, sekitar 10 persen kecelakaan lalu lintas di Jakarta disebabkan jalan rusak dan berlubang.
Seperti yang terjadi di bawah jembatan layang Universitas Indonesia tepatnya perbatasan jalan raya Depok dan Jakarta Selatan, adanya jalan berlubang menyebabkan kecelakaan beruntun yang melibatkan 4 mobil dan 2 sepeda motor. Penyebabnya karena salah satu mobil melakukan rem mendadak untuk menghindari lubang. Tak ayal, kondisi itu menyebabkan kemacetan panjang terlebih di jam sibuk.
Kalau sudah terjadi kecelakaan banyak hal yang dirugikan baik secara materil atau pun korban jiwa. Nah, ada beberapa hal yang bisa ditempuh untuk meminimalisasi potensi kecelakaan akibat lubang jalan.
KENALI RUTE
Untuk menghindari kecelakaan akibat jalan berlubang, “Sebaiknya pengendara mobil mengetahui medan jalan yang akan ditempuh selama perjalanan. Dengan mengetahui jalan yang akan dilalui, pengendara mobil dapat memperkirakan atau menghafal posisi lubang yang terdapat di jalan,” jelas Jusri Pulubuhu, Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC).
JAGA JARAK
Menjaga jarak dengan kendaraan di depan dibutuhkan untuk mengantisipasi kendaraan di depan melakukan manuver, termasuk saat ia menghindari jalan berlubang. Selain itu, Anda bisa siap saat melihat lubang di depan. Perhatikan juga kecepatan yang Anda tempuh. Untuk jalan raya sebaiknya berada di kecepatan 30-40 km/jam.
Untuk jaraknya, bila Anda menempuh kecepatan 40 km/jam jarak amannya 40 meter, sedangkan 60 meter jarak aman ke mobil depan 60 meter juga dan begitu seterusnya.
PERHATIKAN KONDISI SEKELILING
Bila Anda memungkinkan untuk menghindar jalan berlubang, lihat sekeliling mobil Anda. Contohnya, sebelum menghindar jalan berlubang lihat kaca spion sesuai arah jarum jam di mulai dari spion kiri, tengah dan kanan.
Fungsinya untuk mengetahui jarak mobil Anda dengan kendaraan lain di sekitar mobil Anda, jika aman hindari lubang. Tetapi kalau kondisi tidak aman atau jarak terlalu dekat dengan kendaraan lain, dengan terpaksa jalan berlubang harus dilewati atau tidak menghindar jalan berlubang.
HINDARI REM MENDADAK
Rem mendadak sebaiknya dihindari ketika melihat jalan berlubang karena mobil di belakang belum tentu bisa mengerem sebaik Anda dan dapat menyebabkan tabrakan beruntun dengan kendaraan lain. Apalagi di belakang mobil Anda ada mobil besar seperti bus atau truk, tentunya sangat berbahaya.
Bila memungkinkan gunakan rem secara perlahan, kalau jalan berlubang tidak bisa dihindari sebaiknya lewati saja dengan posisi mengemudi yang benar.
Andai terpaksa melewati jalan berlubang ada beberapa langkah yang bisa ditempuh.
- Dengan kondisi sekeliling yang aman, pengereman dilakukan sebelum roda menginjak lubang jalan. Lalu biarkan mobil melintasi lubang tanpa pengereman. Namun cermati jika di sekitar lubang banyak kerikil, tingkat pengereman dikurangi. Hal ini untuk menghindari mobil menggelosor tak terkendali.
- Usahakan melewati lubang dalam kondisi mobil tetap dalam arah yang lurus sambil menggenggam kuat setir.
- Jika membutuhkan manuver, upayakan tidak terlalu melebar hingga membahayakan pengemudi lain di samping.
Kerusakan permukaan jalan diakibatkan beberapa faktor, seperti rutinitas curah hujan, banyaknya penambalan pekerjaan di ruas jalan yang tidak dilakukan secara sempurna, dan akibat tonase kendaraan yang melewati ruas jalan itu.
Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, terdapat 7.800 titik jalan berlubang yang belum teratasi di Jakarta. Jumlah tersebut setara dengan 2.865.000 meter persegi. Berarti dari 44,3 juta meter persegi jalan di Jakarta, 6,5 persen atau sekitar 2,8 juta persegi mengalami kerusakan yang bervariasi.
Di lain sisi, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat, sekitar 10 persen kecelakaan lalu lintas di Jakarta disebabkan jalan rusak dan berlubang.
Seperti yang terjadi di bawah jembatan layang Universitas Indonesia tepatnya perbatasan jalan raya Depok dan Jakarta Selatan, adanya jalan berlubang menyebabkan kecelakaan beruntun yang melibatkan 4 mobil dan 2 sepeda motor. Penyebabnya karena salah satu mobil melakukan rem mendadak untuk menghindari lubang. Tak ayal, kondisi itu menyebabkan kemacetan panjang terlebih di jam sibuk.
Kalau sudah terjadi kecelakaan banyak hal yang dirugikan baik secara materil atau pun korban jiwa. Nah, ada beberapa hal yang bisa ditempuh untuk meminimalisasi potensi kecelakaan akibat lubang jalan.
KENALI RUTE
Untuk menghindari kecelakaan akibat jalan berlubang, “Sebaiknya pengendara mobil mengetahui medan jalan yang akan ditempuh selama perjalanan. Dengan mengetahui jalan yang akan dilalui, pengendara mobil dapat memperkirakan atau menghafal posisi lubang yang terdapat di jalan,” jelas Jusri Pulubuhu, Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC).
JAGA JARAK
Menjaga jarak dengan kendaraan di depan dibutuhkan untuk mengantisipasi kendaraan di depan melakukan manuver, termasuk saat ia menghindari jalan berlubang. Selain itu, Anda bisa siap saat melihat lubang di depan. Perhatikan juga kecepatan yang Anda tempuh. Untuk jalan raya sebaiknya berada di kecepatan 30-40 km/jam.
Untuk jaraknya, bila Anda menempuh kecepatan 40 km/jam jarak amannya 40 meter, sedangkan 60 meter jarak aman ke mobil depan 60 meter juga dan begitu seterusnya.
PERHATIKAN KONDISI SEKELILING
Bila Anda memungkinkan untuk menghindar jalan berlubang, lihat sekeliling mobil Anda. Contohnya, sebelum menghindar jalan berlubang lihat kaca spion sesuai arah jarum jam di mulai dari spion kiri, tengah dan kanan.
Fungsinya untuk mengetahui jarak mobil Anda dengan kendaraan lain di sekitar mobil Anda, jika aman hindari lubang. Tetapi kalau kondisi tidak aman atau jarak terlalu dekat dengan kendaraan lain, dengan terpaksa jalan berlubang harus dilewati atau tidak menghindar jalan berlubang.
HINDARI REM MENDADAK
Rem mendadak sebaiknya dihindari ketika melihat jalan berlubang karena mobil di belakang belum tentu bisa mengerem sebaik Anda dan dapat menyebabkan tabrakan beruntun dengan kendaraan lain. Apalagi di belakang mobil Anda ada mobil besar seperti bus atau truk, tentunya sangat berbahaya.
Bila memungkinkan gunakan rem secara perlahan, kalau jalan berlubang tidak bisa dihindari sebaiknya lewati saja dengan posisi mengemudi yang benar.
Andai terpaksa melewati jalan berlubang ada beberapa langkah yang bisa ditempuh.
- Dengan kondisi sekeliling yang aman, pengereman dilakukan sebelum roda menginjak lubang jalan. Lalu biarkan mobil melintasi lubang tanpa pengereman. Namun cermati jika di sekitar lubang banyak kerikil, tingkat pengereman dikurangi. Hal ini untuk menghindari mobil menggelosor tak terkendali.
- Usahakan melewati lubang dalam kondisi mobil tetap dalam arah yang lurus sambil menggenggam kuat setir.
- Jika membutuhkan manuver, upayakan tidak terlalu melebar hingga membahayakan pengemudi lain di samping.
Dp Rent Car :
Alamat : Jalan Parang Barong 6 No. 6 Tlogosari Kota Semarang
Telepon: 081363303181, 085741808382, 087832094243
Category: Artikel


0 komentar