Cara Aman Naik-Turun Ramp di Gedung Parkir
Dp Rentcar - Banyak mal di kotakota besar memanfatkan ruang gedung parkir bertingkat untuk efisiensi lahan. Menuju ruang parkir itu harus melalui ramp baik ke bawah tanah maupun atas gedung.
Pada dasarnya melalui ramp sama dengan ketika Anda melewati jalan menanjak atau menurun. Perbedaannya ada pada ruang gerak mobil yang jauh lebih terbatas, terutama untuk ramp berbentuk spiral yang membutuhkan fokus lebih dalam mengemudi.
Pada ramp spiral, fokus pengemudi ada pada beberapa poin. Mulai jalan, trotoar di kanan-kiri atau dinding, setir yang konsisten belok, laju mobil, tekanan pedal gas, dan tangan yang siap untuk mengaktifkan rem parkir ketika berhenti di tengah tanjakan. Poin pentingnya terdapat pada penggunaan rem parkir.
“Selain teknik mengemudi, pengemudi juga harus tenang. Jangan panik ketika berhenti mendadak di tengah ramp baik menanjak atau menurun,” ujar Jusri Pulubuhu, Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC).
Yang Perlu Dicermati
Ketika pertama kali masuk ke ramp parkir, pastikan bodi mobil Anda pas dan masih ada ruang antara ban dengan trotoar atau dinding.
Beberapa mal ada ramp yang terlalu sempit sehingga perlu penilaian lebih dari pengemudi. Jika dinilai sangat sempit, tidak perlu memaksakan diri. Jika tanjakan dinilai terlalu curam, tentu butuh ancang-ancang lebih jauh.
Begitu juga dengan ketinggian maksimal jalur ramp yang bisa dilalui. Ini penting untuk mobil-mobil yang sering membawa roof-box di atap mobilnya.
Umumnya ada rambu-rambu saat melintasi ramp parkir, seperti kecepatan dan ketinggian maksimal, serta tanda hatihati. Patuhi seluruh ramburambu tersebut. Begitu pula dengan kaca cermin cembung yang digunakan untuk melihat datangnya mobil dari arah berlawanan.
Ketika mobil sudah melaju di ramp parkir, pastikan mobil berada di tenaga puncak mesin. Bila mobil Anda bertransmisi manual, gunakan gigi 1 atau 2 agar mobil tidak meluncur terlalu cepat saat jalan menurun.
Namun ketika di ramp menanjak, lepas pedal kopling dan injak pedal gas sesuai kebutuhan. Jangan terlalu dalam menginjak pedal gas karena bisa mengakibatkan mobil terpental. Jangan pula terlalu sedikit, karena bisa membuat mesin mati mendadak.
Hindari menggunakan metoda ‘setengah kopling’ dalam waktu relatif lama. Hal ini mengakibatkan plat kopling cepat panas dalam tempo singkat.
Perhatikan juga bobot dalam kabin mobil Anda. Bila membawa beban lebih, mobil harus berada di tenaga puncak dengan putaran mesin lebih tinggi.
Bila Anda masuk ramp berurutan dengan beberapa mobil atau mobil di depan berhenti di tengah ramp, selalu usahakan memberi jarak agar tidak terlalu dekat.
Bagaimana dengan mobil bertransmisi otomatis? Pastikan tuas persneling bukan di posisi D (drive). Tempatkan posisi transmisi di L (low) atau 1. Prinsipnya sama seperti mobil bertransmisi manual yang menggunakan gigi 1. Sehingga memudahkan saat menanjak dan dapat menahan laju mobil lebih baik saat menurun. Perbedaannya, ketika menurun Anda tidak perlu menginjak pedal gas.
Secara teori sepertinya mudah untuk dipraktikkan, tetapi fokus pada kemudi tetap menjadi prioritas. Bila Anda lengah dan panik, akibatnya tidak hanya bisa mencelakakan Anda dan penumpang di dalam mobil juga mobil lain di sekitarnya.
Pada dasarnya melalui ramp sama dengan ketika Anda melewati jalan menanjak atau menurun. Perbedaannya ada pada ruang gerak mobil yang jauh lebih terbatas, terutama untuk ramp berbentuk spiral yang membutuhkan fokus lebih dalam mengemudi.
Pada ramp spiral, fokus pengemudi ada pada beberapa poin. Mulai jalan, trotoar di kanan-kiri atau dinding, setir yang konsisten belok, laju mobil, tekanan pedal gas, dan tangan yang siap untuk mengaktifkan rem parkir ketika berhenti di tengah tanjakan. Poin pentingnya terdapat pada penggunaan rem parkir.
“Selain teknik mengemudi, pengemudi juga harus tenang. Jangan panik ketika berhenti mendadak di tengah ramp baik menanjak atau menurun,” ujar Jusri Pulubuhu, Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC).
Yang Perlu Dicermati
Ketika pertama kali masuk ke ramp parkir, pastikan bodi mobil Anda pas dan masih ada ruang antara ban dengan trotoar atau dinding.
Beberapa mal ada ramp yang terlalu sempit sehingga perlu penilaian lebih dari pengemudi. Jika dinilai sangat sempit, tidak perlu memaksakan diri. Jika tanjakan dinilai terlalu curam, tentu butuh ancang-ancang lebih jauh.
Begitu juga dengan ketinggian maksimal jalur ramp yang bisa dilalui. Ini penting untuk mobil-mobil yang sering membawa roof-box di atap mobilnya.
Umumnya ada rambu-rambu saat melintasi ramp parkir, seperti kecepatan dan ketinggian maksimal, serta tanda hatihati. Patuhi seluruh ramburambu tersebut. Begitu pula dengan kaca cermin cembung yang digunakan untuk melihat datangnya mobil dari arah berlawanan.
Ketika mobil sudah melaju di ramp parkir, pastikan mobil berada di tenaga puncak mesin. Bila mobil Anda bertransmisi manual, gunakan gigi 1 atau 2 agar mobil tidak meluncur terlalu cepat saat jalan menurun.
Namun ketika di ramp menanjak, lepas pedal kopling dan injak pedal gas sesuai kebutuhan. Jangan terlalu dalam menginjak pedal gas karena bisa mengakibatkan mobil terpental. Jangan pula terlalu sedikit, karena bisa membuat mesin mati mendadak.
Hindari menggunakan metoda ‘setengah kopling’ dalam waktu relatif lama. Hal ini mengakibatkan plat kopling cepat panas dalam tempo singkat.
Perhatikan juga bobot dalam kabin mobil Anda. Bila membawa beban lebih, mobil harus berada di tenaga puncak dengan putaran mesin lebih tinggi.
Bila Anda masuk ramp berurutan dengan beberapa mobil atau mobil di depan berhenti di tengah ramp, selalu usahakan memberi jarak agar tidak terlalu dekat.
Bagaimana dengan mobil bertransmisi otomatis? Pastikan tuas persneling bukan di posisi D (drive). Tempatkan posisi transmisi di L (low) atau 1. Prinsipnya sama seperti mobil bertransmisi manual yang menggunakan gigi 1. Sehingga memudahkan saat menanjak dan dapat menahan laju mobil lebih baik saat menurun. Perbedaannya, ketika menurun Anda tidak perlu menginjak pedal gas.
Secara teori sepertinya mudah untuk dipraktikkan, tetapi fokus pada kemudi tetap menjadi prioritas. Bila Anda lengah dan panik, akibatnya tidak hanya bisa mencelakakan Anda dan penumpang di dalam mobil juga mobil lain di sekitarnya.
Category: Artikel

0 komentar