10 Ide ‘Gila’ Untuk Menghemat Bahan Bakar

Global Desain Website | 07.58 | 0 komentar


Dp Rentcar -   Banyak jalan menuju Roma, begitu kata pepatah. Sama halnya dengan niat pabrikan mobil dalam memproduksi mobil yang efisien. Zaman dulu, untuk memiliki mobil yang efisien Anda harus memakai mobil kecil dengan mesin berukuran mini. Jangan harapkan ada performa baik atau kenyamanan. Intinya mendapatkan irit harus dengan mengorbankan seluruh hal lainnya.

Sekarang berbeda. Pengalaman berpuluh tahun membuat mobil dipadu majunya teknologi material maupun elektronik membuat para insinyur lebih bebas menelurkan ide gila. Sementara ide katup variabel sudah dianggap usang dan biasa, inilah ide-ide radikal dalam penghematan BBM yang kini sudah ada di pasaran.


Silinder dikurangi
Mengurangi silinder berarti mengurangi komponen bergerak di dalam mesin. Dengan begitu hambatan gesek yang dihasilkan juga lebih rendah. Walau begitu, pengurangan silinder bisa mengakibatkan vibrasi atau getaran lebih besar. Saat ini itu tak perlu dikhawatirkan, karena sistem penyeimbangan mesin sudah menggunakan komputer. Vibrasi kecil bisa dideteksi sejak awal dan diatasi dengan ubahan pada desain bagian dalam mesin.

Turbo
Bila ide menghemat BBM dengan turbo dilontarkan pada 20-30 tahun lalu, pasti akan dicap sinting. Karena sejatinya turbo dibuat untuk menaikkan performa dengan menyemburkan BBM dan udara lebih banyak ke mesin.

Kini pola pikirnya diubah. Dengan turbo, Anda bisa mendapatkan performa sama dengan mesin lebih kecil. Alhasil pemakaian BBM di saat berjalan normal menjadi lebih efisien. Keuntungan ini ditambah lagi dengan penerapan turbo bergeometri turbin variabel. Jadi kinerja turbo bisa disesuaikan dengan putaran mesin dan menghilangkan lag. Tak heran dengan turbo, pabrikan Jerman seperti VW pun memiliki varian mesin 1.200 cc untuk hatchback medium mereka, Golf.

Diesel
Sejak lama sudah diketahui kalau diesel lebih efisien membakar BBM. Tapi penggunaannya untuk mobil penumpang agak dihindari karena beberapa kelemahan. Pertama getarannya tak bisa ditoleransi, berisik serta performa sangat lemah.

Tapi lihat kini. Dengan teknologi perancangan mesin serba-komputer, getaran serta bising yang dihasilkan diesel sangat mirip bensin. Lantas penggunaan turbo serta injeksi tekanan tinggi yang diatur komputer membuat performanya menakjubkan. Kemenangan mesin diesel berturut-turut di ajang LeMans 24 jam menjadi bukti bagaimana majunya diesel saat ini.

Hybrid
Hybrid memadukan mesin konvensional dengan listrik untuk menghasilkan pengendaraan efisien sembari menambah performa. Ambil contoh Camry 2.5 Hybrid yang kehematan maupun performanya lebih baik dibanding versi 2.5 biasa.

Saat ini hybrid dikawinkan lagi dengan mobil listrik murni yang menghasilkan hybrid plug-in. Intinya seperti hybrid biasa, namun dilengkapi baterai lebih besar serta fasilitas pengisian listrik dari soket di rumah. Alhasil mobil bisa dijalankan tanpa mesin bensinnya hingga puluhan kilometer sebelum kembali ke mode hybrid biasa.

Atkinson Cycle

Ini adalah modifikasi dari mesin 4 langkah. Atkinson cycle memiliki langkah isap dan kompresi lebih pendek, dengan langkah usaha serta langkah buang normal. Artinya ia membakar lebih sedikit BBM dengan ekspansi tenaga mendekati normal. Keuntungannya mesin jadi lebih irit, tapi kerugiannya rentang tenaga mesin berada di putaran lebih sempit.

Baru-baru ini Lexus berhasil mengawinkan mesin siklus Atkinson dengan Otto secara brilian. Di saat berjalan konstan, mesin akan menjalankan pembakaran secara siklus Atkinson, begitu membutuhkan akselerasi kuat langsung berpindah ke siklus normal. Semuanya dicapai dengan mengubah puluhan komponen dari mesin konvensional.
 
Eco Mode

Hingga saat ini, cara berkendara memang memegang peranan penting dalam mengurangi konsumsi BBM. Tapi tidak sepenting di masa lalu lagi. Itu karena sekarang sudah banyak mobil yang menggunakan moda eco alias eco mode.

Tinggal memencet sebuah tombol, maka karakter mesin serta transmisi diubah oleh komputer untuk mengefisiensikan pemakaian BBM. Responsivitas dikurangi, serta perpindahan gigi dilakukan lebih cepat. Bahkan di beberapa mobil premium seperti Infiniti misalnya, eco mode sanggup mengintervensi injakan pedal gas dan melakukan sedikit perlawanan di kaki ketika injakan pedal kita dinilai terlalu dalam.

Coasting
Pengereman mesin alias engine brake memang berguna untuk mengurangi kinerja rem. Tapi setelah itu itu kita akan membutuhkan usaha untuk mengembalikan kecepatan semula.

Kini ada teknologi baru yang dinamai Coasting oleh BMW. Jadi saat kita melepas gas, hubungan mesin dengan roda diputus total, bagaikan kita menginjak kopling di mobil manual. Mobil pun meluncur lebih lancar tanpa kekurangan kecepatan drastis. Ini berguna saat berkendara di tol dan Anda bisa melepas gas lebih awal ketika hendak mengurangi laju. Tentu saja Coasting hanya berfungsi di mode eco ketika pengiritan BBM menjadi prioritas.

Transmisi Otomatis

Dulu transmisi otomatis dianggap hanya untuk orang tua. Performanya lebih buruk serta pemakaian BBM lebih boros dibanding manual. Kini justru kebalikannya.

Material berkualitas serta rancang desain canggih membuat transmisi mampu berpindah gigi lebih cepat dari tangan kita, serta mengurangi slip. Lantas pengaturan komputer membuat transmisi mampu memindahkan gigi secara tepat untuk menghindari BBM dibakar tidak efisien karena putaran mesin terlalu tinggi atau rendah.

Start-Stop
Kondisi paling tidak efisien adalah ketika mobil berhenti. Karena di situ mesin berputar dan membakar BBM tanpa memberi keuntungan bagi kita. Paling hanya sebatas menjaga AC tetap aktif.

Makanya lantas muncul ide radikal untuk mematikan mesin saat berhenti, dan lahirlah sistem start-stop. Sistem ini juga sanggup menyalakan mesin lagi dalam sekejap begitu hendak berjalan.

Hebatnya, sistem start-stop juga dilengkapi sejumlah sensor yang menentukan apakah mesin layak dimatikan. Bila sensor mendeteksi suhu kabin terlalu panas, baterai lemah atau sedang berada di dalam kondisi stop and go, maka sistem ini akan mengurungkan kerjanya sampai kondisi ideal tercapai.

Kompresi tinggi
Kompresi tinggi di mesin memang sudah lama diketahui dapat mengefisienkan pembakaran. Tapi perancang mesin menghindari kompresi tinggi untuk mobil harian karena akan membutuhkan BBM beroktan lebih tinggi pula untuk menghindari gejala knocking atau ngelitik. Bahkan di atas 11:1 saja sudah harus membutuhkan BBM spesial.

Dp Rent Car :
Alamat : Jalan Parang Barong 6 No. 6 Tlogosari Kota Semarang Telepon:  081363303181, 085741808382, 087832094243

 

Category:

Yayasan Wakaf Bina Amal:
Menerima donasi, sedekah atau zakat untuk kegiatan-kegiatan sosial Yayasan Wakaf Bina Amal, call center 085641023867

0 komentar