Usir Emosi Saat Mengemudi
Emosi gembira hal yang positif. Tapi bagaimana emosi yang menimbulkan marah? Marah yaitu jenis emosi yang alamiah, tetapi jika emosi ini tidak dapat dikontrol dengan baik dapat merugikan diri dan orang lain. Salah satu penyebab utama marah diakibatkan stres.
Stres adalah penyebab paling umum seseorang menjadi mudah emosi atau marah. Kondisi ini bisa diakibatkan lingkungan sekitar, kegiatan sehari-hari, lingkungan kerja dan lainnya yang secara terus menerus memberi tekanan. Untuk mengatasinya, ketahui lebih dulu penyebab stres. Lalu lihat dari sudut pandang netral dan tidak membiarkan emosi mempengaruhi diri.
Dewasa ini, sering dijumpai pengendara mobil di perkotaan mengalami stres yang dapat menimbulkan emosi yang tidak dapat dikendalikan. Selain akibat tekanan kegiatan atau pekerjaan, macet yang berkepanjangan pun menambah besar tingkat stres. Nah, emosi pun mudah tersulut. Termasuk akibat hal sepele. Semisal ‘diserobot’ kendaraan lain ketika menemui jalan berbentuk bottle neck. Padahal semestinya bisa bergantian.
“Sebagai pengendara yang baik harus mempunyai pengetahuan dan keterampilan dasar-dasar berkendara yang mengacu kepada standar keselamatan berkendara. Seperti harus sehat mental dan jasmani (sound physical and mentally condition) dan selalu berpikiran positif (positif thinking),” jelas Bintarto Agung, President Director Indonesia Defensive Driving Center.
Misalkan sebagai pengendara defensif, sebelum berkendara harus mempunyai persiapan yang baik perihal perjalanan. Sehingga, bila terjebak macet Anda tidak mudah terprovokasi oleh keadaan lingkungan di luar kendaraan. Lalu dapat mempertahankan suasana hati, tidak egois, dan ingin berbagi dengan pengguna jalan lain. Sehingga dapat mengurangi tingkat stres serendah mungkin.
Selain itu, selalu berusaha memahami dan mengerti bagaimana budaya berlalu lintas di Indonesia. Dengan berpikiran dan bersikap positif, sabar dan selalu berusaha untuk dapat melaksanakan apa yang disebut dengan 4A (awareness, alertness, attitude, anticipation).
Tingkat stres yang meningkat pada seseorang dapat menyebabkan perubahan perilaku tanpa disadari. Contohnya, bila sedang mengemudikan kendaraan, Anda akan mudah terprovokasi oleh keadaan sekitar. Efeknya emosi meningkat, menjadi tidak sabar, hilang konsentrasi dan refleks berkurang.
Terkadang lalu lintas macet tidak dapat dihindari, bisa terjadi kapan dan dimana saja. Cara lain untuk meminilisasi stres yaitu ketika Anda sudah terjebak macet selama 2-3 jam, sebaiknya istirahat sejenak di tempat yang nyaman sambil menunggu terurainya kemacetan.
Hal yang paling penting yaitu selalu mengedepankan rencanan perjalanan yang baik dan mengatur pikiran Anda (mind set) agar tidak mudah terpengaruh oleh situasi atau keadaan di luar kendaraan.
Anger management adalah pemahaman perasaan dan kebutuhan secara mendalam serta membuat cara lebih sehat untuk mengatasi marah. Tujuannya adalah mengeluarkan emosi dalam cara yang konstruktif, bukan untuk mengeluarkan marah sepenuhnya.
Langkah sederhana atasi emosi
-Emosi berupa marah adalah hal yang normal. Bisa terjadi pada siapa pun. Namun agar tetap berada di bawah kontrol Anda, ada beberapa langkah yang bisa ditempuh untuk menghadapi marah yang berlebihan yang menyebabkan tindakan agresif.
- Ambil napas dalam. Secara perlahan hirup udara segar sebanyak-banyaknya ke paru-paru Anda beberapa kali dan melepasnya secara perlahan. Cara ini dapat membantu Anda meredam emosi.
- Berhenti sejenak di pinggir jalan. Langkah ini bisa dilanjutkan dengan melakukan sedikit olahraga. Contohnya, menggerak-gerakkan bahu dengan gerakan memutar. Atau melakukan pijatan di area leher belakang dan pundak untuk mengurangi ketegangan otot.
Dp Rent Car :
Alamat : Jalan Parang Barong 6 No. 6 Tlogosari Kota Semarang
Telepon: 081363303181, 085741808382, 087832094243
Category: Artikel


0 komentar