Sederhana Namun Berisiko

Global Desain Website | 07.00 | 0 komentar


Dp Rentcar -   Hampir semua pemilik kendaraan pernah melakukan balik arah. Entah akibat tersasar atau memang rute yang dilalui melewati putaran arah. Hal ini merupakan kondisi lazim dan sangat sering terjadi dalam berlalu-lintas.

Masalahnya, berputar arah adalah aktivitas yang mengandung risiko. Insiden mudah terjadi dan akan berlipat bahayanya jika tidak dilakukan de­ngan hati-hati.

Apalagi kendaraan yang terlibat di lalu-lintas sangat beragam. Mulai dari kendaraan bermotor roda dua hingga truk bertonase ekstraberat. Masih ada pejalan kaki dan trotoar yang tinggi. Terlebih jika ada­nya obyek penghalang pada sisi U-turn, seperti pohon atau tiang yang dapat menambah risiko.

Selain jenis kendaraan, kondisi jalan juga menyumbang risiko tersen­diri. Jika yang dilalui adalah jalan raya berukur­an besar, maka kendaraan yang melintas cenderung melaju dengan kecepatan tinggi. Artinya ancaman terhadap bahaya akan semakin besar.

Terkadang, lebar jalan terlalu sempit sehingga menyulitkan berputar arah. Jika salah perhitungan, maka mobil dengan radius putar lebar akan sangat repot. Perlu lebih dari sekali putar, bahkan harus mundur lagi untuk mengarahkan moncong mobil.
   

Saat berputar dengan maju-mundur inilah jalan akan terasa sesak. Dan jika dari arah berlawanan ada kendaraan yang tidak sabar – dan tak melihat mobil Anda, maka bukan tidak mungkin terjadi insiden dengan kendaraan dari arah lawan.


Patuhi Rambunya

Berputarlah pada tempatnya. Ditandai dari rambu balik arah dengan latar berwarna biru. Rambu tersebut juga terlihat oleh kendaraan lain sehingga ketika Anda menyalakan lampu sein, kendaraan dari arah depan dan belakang, sudah tahu kalau Anda hendak berbalik arah.

Di tempat ini pula, biasanya pemerintah sudah membentuk jalan agar memudahkan Anda berputar. Paling umum dengan sudut putaran yang dibuat lebih landai.


 Perhatikan Hal Berikut

1 Kenali dan pahami radius putar mobil Anda. Ambil ancang-ancang yang sesuai jika radius putarnya mobil lebar. Saat mengambil ancang-ancang, mobil Anda akan melebar ke kiri. Sebaiknya pastikan tak ada kendaraan yang melaju di samping Anda.

2 Waspada terhadap pengendara motor. Mereka punya kecenderungan mengisi ruang yang kosong di jalan. Pastikan mereka mengetahui pergerakan mobil Anda. Yaitu dengan menyalakan lampu sein sejak dari 10 meter sebelum berbalik arah.

3 Jangan membuat gerakan tiba-tiba. Saat memperlambat laju, lakukan secara gradual, agar kendaraan lain tidak kaget.

4 Condongkan badan Anda untuk menyiasati blind spot dari spion mobil. Pastikan agar kondisi sekitar benar-benar Anda ketahui sebelum bermanuver.

5 Jangan panik. Terkadang, berbalik arah adalah aktivitas yang menyita waktu. Bisa saja Anda membutuhkan waktu lebih lama saat berbalik karena radius putar mobil Anda lebar. Jika sudah begini, mungkin ada kendaraan dari belakang atau dari arah berlawanan yang tidak sabar menunggu, lalu membunyikan klakson. Intinya, jangan panik, tetap lakukan dengan hati-hati. Lebih baik menyita waktu ketimbang terjadi insiden.

Category:

Yayasan Wakaf Bina Amal:
Menerima donasi, sedekah atau zakat untuk kegiatan-kegiatan sosial Yayasan Wakaf Bina Amal, call center 085641023867

0 komentar