Waspadai Pengemudi Agresif
DP RentCar - Saat ini, makin banyak bermunculan pengemudi di jalan yang berperilaku ceroboh dan tak peduli dengan pengendara lain. Mengemudi agresif, mereka seakan tak ingin dihalangi pengguna jalan lain maupun rambu dan aturan lalu lintas yang ada, alias maunya sendiri.
Memang bagi pengemudi lainnya, menghadapi pengemudi agresif di jalan raya terkadang membuat serba salah dan mengganggu konsentrasi saat mengemudi.
Pengemudi agresif rata-rata memiliki emosi dan perilaku yang labil, bisa pula diakibatkan stres yang sering menjadi penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Nah, bila bertemu pengendara seperti ini di jalan, pilihan terbaik adalah menjauh dan mengupayakan diri tidak terpancing emosi.
Seperti pada kasus yang kami temui beberapa waktu lalu di daerah Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Saat itu kondisi lalu lintas cukup padat, dari sekian banyak pengendara mobil yang sedang mengantre traffic light, ada satu pengendara mobil yang membunyikan klason berulang kali.
Bisa jadi karena tidak sabar, pengemudi agresif itu tergesa-gesa mengambil jalur paling kiri dan tak mengindahkan sepeda motor yang berada di sebelah kiri. Akhirnya pengemudi itu terlibat bentrok fisik dengan pengendara sepeda motor, dan menjadi tontonan orang.
Contoh perilaku lainnya adalah membuntuti mobil di depannya sambil membunyikan klakson dan menyalakan lampu jauh agar pengendara di depan segera menyingkir.
Lainnya adalah sering berpindah jalur dengan cepat, terutama di jalan tol tanpa mengindahkan mobil di sampingnya. Sehingga mengakibatkan pengendara yang dipotong jalurnya terpaksa mengerem kuat. Sialnya, belum tentu pengendara di belakangnya memiliki daya pengereman yang sama. Inilah yang menjadi salah satu penyebab tabrakan beruntun yang kerap berakibat korban jiwa.
Menurut Jusri Jusri Pulubuhu, Founder & Training Director Jakarta Devensive Driving Consultant (JDDC), “Sebaiknya Anda hindari pengemudi agresif ini. Dengan cara mengalah dan jangan merespons pengendara itu. Karena pengemudi agresif mudah terpancing emosi dan hal itu bisa merugikan Anda.”
Salah satu teori psikologi menjelaskan, pengemudi yang mengaku mobil adalah bagian dari dirinya cenderung menjadi pengemudi agresif. Pengemudi semacam ini mempertahankan jalan seperti menandai wilayah dan bersifat arogan.
Ciri Pengemudi Agresif
Memang bagi pengemudi lainnya, menghadapi pengemudi agresif di jalan raya terkadang membuat serba salah dan mengganggu konsentrasi saat mengemudi.
Pengemudi agresif rata-rata memiliki emosi dan perilaku yang labil, bisa pula diakibatkan stres yang sering menjadi penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Nah, bila bertemu pengendara seperti ini di jalan, pilihan terbaik adalah menjauh dan mengupayakan diri tidak terpancing emosi.
Seperti pada kasus yang kami temui beberapa waktu lalu di daerah Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Saat itu kondisi lalu lintas cukup padat, dari sekian banyak pengendara mobil yang sedang mengantre traffic light, ada satu pengendara mobil yang membunyikan klason berulang kali.
Bisa jadi karena tidak sabar, pengemudi agresif itu tergesa-gesa mengambil jalur paling kiri dan tak mengindahkan sepeda motor yang berada di sebelah kiri. Akhirnya pengemudi itu terlibat bentrok fisik dengan pengendara sepeda motor, dan menjadi tontonan orang.
Contoh perilaku lainnya adalah membuntuti mobil di depannya sambil membunyikan klakson dan menyalakan lampu jauh agar pengendara di depan segera menyingkir.
Lainnya adalah sering berpindah jalur dengan cepat, terutama di jalan tol tanpa mengindahkan mobil di sampingnya. Sehingga mengakibatkan pengendara yang dipotong jalurnya terpaksa mengerem kuat. Sialnya, belum tentu pengendara di belakangnya memiliki daya pengereman yang sama. Inilah yang menjadi salah satu penyebab tabrakan beruntun yang kerap berakibat korban jiwa.
Menurut Jusri Jusri Pulubuhu, Founder & Training Director Jakarta Devensive Driving Consultant (JDDC), “Sebaiknya Anda hindari pengemudi agresif ini. Dengan cara mengalah dan jangan merespons pengendara itu. Karena pengemudi agresif mudah terpancing emosi dan hal itu bisa merugikan Anda.”
Salah satu teori psikologi menjelaskan, pengemudi yang mengaku mobil adalah bagian dari dirinya cenderung menjadi pengemudi agresif. Pengemudi semacam ini mempertahankan jalan seperti menandai wilayah dan bersifat arogan.
Ciri Pengemudi Agresif
- Cenderung mengemudi dengan kecepatan tinggi atau ngebut. Walaupun keadaan lalu lintas sedang ramai, tetapi pengemudi agresif cenderung ugal-ugalan pada waktu mengendarai mobil.
- Manuver belok atau berpindah jalur secara kasar. Tidak sulit menemukan perilaku seperti ini. Pengemudi ini sering dijumpai di jalan bebas hambatan, efek buruknya bisa menyebabkan kecelakaan yang merugikan pengendara lain.
- Ingin menang sendiri terhadap pengguna jalan lain seperti, penyeberang jalan, pengguna sepeda motor, tidak ingin didahului, dan tidak menjaga jarak dengan kendaraan di depan.
- Sering memaki pengemudi lain, membunyikan klakson berlebihan, mengedipkan lampu jauh terus menerus.
Menghindar
- Jika pengemudi itu berada di depan Anda, berusahalah menjauh dengan aman.
- Jangan menantang pengemudi agresif tersebut dengan ikut mempercepat laju kendaraan Anda atau mempertahankan jalur.
- Penting juga untuk menghindari kontak mata dengan pengendara agresif melalui kaca spion tengah atau berada di samping.
- Acuhkan segala gerak gerik gesture yang memancing emosi dan terpancing perilaku pengemudi tersebut.
- Pastikan sabuk pengaman terpasang, hal ini untuk melindungi Anda dari manuver tiba-tiba yang membahayakan.
- Laporkan pengendara agresif tersebut kepada pihak berwenang atau penegak hukum. Jika pengemudi yang Anda hadapi tersebut kendaraan suatu instansi (terdapat ciri kantor atau perusahaan) laporkan ke instansi terkait. Berikan gambaran kejadian, ciri kendaraan, nomor polisi kendaraan, lokasi serta arah perjalanannya.
Dp Rent Car :
Alamat : Jalan Parang Barong 6 No. 6 Tlogosari Kota Semarang
Telepon: 081363303181, 085741808382, 087832094243
Category: Artikel


0 komentar